Kegiatan PPI Franken 2014/2015

Salam perhimpunan,

Setelah beberapa lama absen dari eksistensi di  dunia maya. Akhirnya kami, PPI Franken, kembali dengan harapan dan semangat baru. Dengan ini kami ingin mempublikasikan kegiatan-kegiatan PPI Franken pada masa jabatan 2014/2015 dalam rangka mempererat tali silahturahmi dan kekeluargaan diantara mahasiswa/i Indonesia,yaitu :

  1. Spielabend PPI Franken              : 29 November 2014

Acara spielabend ini dilaksanakan dalam rangka perkenalan dengan mahasiswa-mahasiswa indonesia yang baru di universita-universitas di daerah Franken seperti di FAU (Friedrich Alexander Universität), Otto-Friedrich Universität Bamberg, TH Georg-Simon-Ohm Nürnberg dll. Bukan hanya perkenalan, melainkan juga memperkenalakan kepada mereka mengenai PPI Franken. Dengan demikian keberadaan PPI Franken akan dikenal lebih jauh oleh para mahasiswa indonesia baru.

Sesuai nama kegiatannya, Spielabend merupakan tempat dimana kita bermain beragam permainan seperti bermain kartu, bernyanyi, bermain komunikata, bermain werwolf dan masih banyak lagi.

  1. Grillen                                           : 9 Mei 2015

Sekali lagi dimusim panas , kami berencana mengadakan Grillen ini untuk tujuan yang sama. Disana akan diadakan Grillen dan beberapa permainan kecil untuk menghibur mahasiswa di Franken disela-sela kesibukan kuliah.

  1. Latihan Dasar Kepemimpinan      : awal Oktober 2015

Seperti yang kita tahu , latihan dasar kepemimpinan dibuat dengan tujuan mengembangkan kemampuan berorganisasi dan bersosialisasi para anggota PPI Franken. Acara ini akan diadakan dalam satu hari penuh dengan ragam kegiatan seperti Workshop dan permainan-permainan menarik untuk mengasah kemampuan bekerjasama para anggota PPI Franken.

  1. Musyawarah Besar PPI Franken  : akhir Oktober 2015

Tujuan utama dari acara ini adalah peralihan kepengurusan 2014/2015 kepada kepengurusan baru (2015/2016) dan membacakan laporan pertanggung jawaban kami selama setahun terakhir pelaksanan kegiatan pada masa jabatan tahun 2014/15. Kepengurusan baru PPI Franken akan dipilih oleh seluruh anggota PPI berdasarkan suara terbanyak.

Susunan Pengurus PPI Franken 2014-2015

Berdasarkan hasil Musyawarah Besar PPI Franken pada tanggal 31 Oktober 2014 telah dibentuk kepengurusan baru periode 2014-2015 dengan susunan kepengurusan sebagai berikut:

  1. Ketua PPI Franken                         : Marco Nainggolan
  2. Wakil Ketua PPI Franken               : Denis Suryamansih Mansur
  3. Sekretaris                                       : Hana Utami Dini
  4. Bendahara                                      : Prisilla Ade Haryanti
  5. Publikasi dan Dokumentasi            : Massahid Suryapasha
  6. Kordinator daerah                         :
    • Ketua daerah Nürnberg    : Intan Distler
    • Ketua daerah Erlangen     : Marco Nainggolan
    • Ketua daerah Coburg        : Shohwah Maulidiyah
    • Ketua daerah Bamberg     : Taufan Halim
    • Ketua daerah Regensburg: Hana Utami Dini

Kenalan – Mei 2012: Muhammad Muflih Ihsan

Dilahirkan di Palu 20 Agustus 1992. Muhammad Muflih Ihsan yang dikenal dengan panggilan UPI, UCUP, UCUPI, CUPSKY atau ‘COY’ ini adalah seorang mahasiswa teknik jurusan mekatronik di Hochschule Karlsruhe. Terlepas dari kepindahannya mengejar masa depan ke HS Karlsruhe, Muflih masih setia menemani PPI Franken dalam berbagai kesempatan dan situasi.

Sedikit tentang Muflih, selain dikenal sebagai insan yang cendekiawan (aseekk), Muflih juga terkenal sebagai penggila olah raga, khususnya basket. Tim favorit Muflih adalah MIAMI Heat. Dalam beberapa kali kesempatan sportfest, semenjak kedatangannya, Muflih selalu membantu PPI Franken dalam keikutsertaannya, dan selalu berhasil mempengaruhi “Stimmung” bermain, menjadi lebih seru dan menyenangkan.

Muflih Mengawali perjalanannya di Jerman pada akhir 2010.Pada kedatangannya yang perdana, Muflih sampai di Nürnberg untuk memulai kursus bahasanya, layaknya calon mahasiswa lainnya. Berkat usaha dan kerja kerasnya, pada awal 2011 ia diterima masukke studienkolleg Coburg, di mana ia menghabiskan  dua semester untuk pada akhirnya berhasil menyabet gelar LULUSAN TERBAIK STUDIENKOLLEG COBURG untuk jurusan teknik. Ketika ditanya, apa sih rahasianya sampai bisa menjadi lulusan terbaik, Upi mengatakan dengan rendah hati: “90% luck, 10% usaha”. Untuk semakin mendekatkan Upi di hati kita, berikut sedikit potongan ngobrol-ngobrol PPI Franken dengan Upi:

Apa perbedaan kuliah dengan studienkolleg?

Wah, jauh berbeda banget. Materinya itu jauh lebih banyak dibanding di Studienkolleg, belum lagi kompleks. Yang penting belajar harus teratur, tidak ada kata SKS. immer am Ball bleiben!

Apa yang kamu lakukan di waktu luang?

Yang pasti sih basket dan semua yang berhubungan dengan basket, dari mulai main basket, game sampai nonton video-video basket.

Memangnya, dengan ketertarikan kamu yang besar di dunia olah raga dan kuliah yang gak ringan, masih bisa seimbangkah school-life balance?

Jaa, klar! Hidup tuh, gimana yah…. hmm.. Basket itu selain membuat gw senang, basket juga merupakan motivasi buat gw. Hidup kan harus penuh dengan motivasi, kalo buat gw, basket itu motivasi, otomatis, gw jadi inspirated untuk belajar juga. Contoh ya, Shaquille O’neal.. Basket jadi motivasi buat dia untuk tetep sekolah tinggi sampai jadi PhD. Kalau dia bisa, kenapa gwe gak? hehehe.

Apa rasanya jauh dari rumah?

Naja.. Gwe sejak lulus SD sudah merantau. Jadi di Jerman buat gwe gak jauh beda sama waktu gwe masuk asrama selama sekolah dasar sampai menengah. Yang beda mungkin hanya kultur aja, tapi pasti kita bisa beradaptasi.

Pertanyaan, terkahir nih.. Ada kiat-kiat atau tips gak, buat temen-temen di Studkol yang lagi menyiapkan diri untuk masuk ke Uni/FH?

1. Belajar, wajib! ga usah banyak-banyak, yang penting konsisten!

2. Jangan terlalu terbebani dengan kesulitan di Studienkolleg (sekolah).. All iz Well!

3. Luangkan diri untuk have fun. Study hard, play hard!

Kalo berdoa?

Yah otomatis lah! Belajar pun udah masuk ibadah. Do the best, let God do the rest!

Oke Muflih, makasih buat waktunya, semoga jadi motivasi dan inspirasi buat temen-temen PPI Franken.

Oke coy, sama-sama!
***

Guys, demikian ngobrol-ngobrol singkat kita dengan Muhammad Muflih Ihsan, alias  Upi, Ucup, Cupsky, Coy. Semoga dengan perkenalan ini, Muflih bisa semakin dekat di hati kita (aseeekkk!). Sampai ketemu di KENALAN berikutnya. Stay tune!

Salam PPI Franken

Medali Emas Sportfest Karlsruhe 2012

Dalam penyelenggaran Sportfest Karlsruhe yang ketiga kalinya, PPI Franken turut berpartisipasi di dalam kegiatan yang diadakan oleh PPI Karlsruhe ini. Dalam kesempatan ini, kontingen Franken, yang diketuai Bung Yeza Syanandra mengirimkan pasukan untuk 4 cabang olah raga: Basket putra, Voli putra, Futsal putra dan Bulu Tangkis.

Kontingen Franken berangkat 3 kloter pagi-pagi (banget) dari base camp di Nürnberg dan menempuh perjalanan sekitar 3 jam untuk sampai ke Karlsruhe. Secara garis besar, Program Sportfest Karlsruhe dibagi menjadi 2 hari, di mana pada hari pertama dipertandingkan kompetisi basket dan badminton dan di hari kedua voli dan futsal.

Dalam Sportfest kali ini, PPI Franken berhasil merebut medali emas di cabang Badminton ganda, yang dimenangkanoleh duo Ujang & Agung.  Atas nama PPI Franken kami mengucapkan terima kasih untuk partisipasi teman-teman semua dan sampai ketemu di Sportfest berikutnya!

Rilis Press: Aksi Penolakan PPI Berlin, PPI Jerman & NU atas Kedatangan Komisi I DPR-RI

Teman-teman seperhimpunan,
pada tanggal 24 April lalu, kami dari Jerman sepakat menolak kedatangan para Wakil Rakyat yang kembali menghamburkan-hamburkan uang rakyat untuk kunjungan kerja ke luar negeri. Setelah membacakan pernyataan, kami menegaskan protes kami dengan melakukan aksi walk-out. Saya yakin banyak teman-teman yang mempertanyakan alasan di balik aksi kami. Silakan baca keterangan kami mengenai itu di rilis pers di bawah ini.
Apabila ada yang menanyakan, “Ko gak dialog sih?” Percayalah, itu sudah kami lakukan dulu-dulu. Dialog bukan satu-satunya jalan; terkadang aksi juga perlu dilakukan. Perlu dicatat, kami tidak pergi begitu saja tanpa mengharapkan tanggapan. Sebelum pergi, kami telah meninggalkan alamat email supaya mereka bisa mengontak kami. Kami ingin mereka berpikir sebelum menjawab; karena bukan ocehan diplomatis yang negeri ini butuhkan, tetapi perbaikan dan peningkatan…
Sebetulnya memang tidak perlu banyak dilakukan diskusi untuk memenuhi tuntutan kali ini. Transparansi, Laporan, Keprihatinan. 3 hal sederhana yang seharusnya sudah mereka pegang baik-baik ketika duduk sebagai Wakil Rakyat. Anggaplah aksi kami ini sebagai salah satu cara mengingatkan; untuk sedikit “menampar” mereka yang tertidur.
Rilis pers bisa teman-teman temukan lewat 3 cara. Baca langsung di bawah ini, di attachment, atau di website PPI Jerman. Untuk yang ingin lihat video rekamannya, silakan lihat lampiran.
A.n PPI Jerman,
Salam hangat, Hartono Sugih
**************************

 
 
Berlin, 26 April 2012
Nomor : 054/II-F-1/PR-PPIJ-201012/25042012
Lampiran : Link Video Pernyataan Penolakan
Perihal : Rilis Pers Penolakan PPI Jerman Atas Kedatangan Komisi 1 DPR-RI

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan  Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman, menolak kedatangan Komisi 1  DPR-RI yang datang ke Jerman. Untuk mendiskusikan dan merumuskan  pernyataan penolakan ini, PPI juga mengajak berbagai organisasi dan  elemen masyarakat, namun ketiga organisasi inilah yang bisa hadir dalam  pertemuan tersebut. Penolakan ini disampaikan secara bersama oleh para  mahasiswa-mahasiswi yang hadir di acara tatap muka dengan para wakil  rakyat. Acara tersebut berlangsung di KBRI Berlin, dengan dihadiri oleh  para anggota DPR-RI Komisi 1 beserta keluarga dan rombongan, para  pejabat dan staf KBRI-KJRI Jerman, juga sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat setempat.

Ada pun anggota-anggota DPR yang hadir pada saat itu adalah:

H. TRI TAMTOMO, SH; Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

DR. NURHAYATI ALI ASEGGAF,M.SI; Fraksi Partai Demokrat

H. HAYONO ISMAN. S.IP, Fraksi Partai Demokrat

VENA MELINDA, SE.; Fraksi Partai Demokrat

AHMED ZAKI ISKANDAR ZULKARNAIN, B.Bus; Fraksi Partai Golongan Karya

Drs. H.A. MUCHAMAD RUSLAN; Fraksi Partai Golongan Karya

IR. NEIL ISKANDAR DAULAY; Fraksi Partai Golongan Karya

TANTOWI YAHYA; Fraksi Partai Golongan Karya

YORRYS RAWEYAI; Fraksi Partai Golongan Karya

LUTHFI HASAN ISHAAQ, MA; Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Sebelum pernyataan dikeluarkan, seorang mahasiswa sempat mengutarakan  pertanyaan retoris untuk menyentil kedatangan Komisi 1, antara lain  mempertanyakan sikap anggota DPR yang senang berbondong-bondong keluar  negeri bak orang desa rindu ke kota, apalagi dengan ekstra membawa  keluarga dan rombongan yang dipastikan akan mengganggu kinerja  perwakilan RI setempat, misalnya yang paling nyata adalah pelayanan  imigrasi. Perlu diperhatikan, setiap keluarga tamu negara mendapat  pelayanan yang sama dengan tamu negara yang sebenarnya. Dengan sumber  daya KBRI yang terbatas, apa lagi dengan dikuranginya anggaran untuk  perwakilan RI oleh Pusat sebanyak 37%, maka bisa dibayangkan betapa  terganggunya kinerja perwakilan RI yang kedatangan rombongan wisatawan  negara.Kunjungan kerja tentu saja baik, selama itu transparan, efektif, dan efisien. Mengikuti rentetan pertanyaan retoris tersebut, pernyataan pun kemudian dikeluarkan.

Dalam pernyataan penolakanya, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU menuntut tiga hal, yaitu transparansilaporan, dan pengertian dari para wakil rakyat, yang mana dalam pernyataan mereka dijabarkan sebagai berikut:

  1. Transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri  beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus  dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.
  2. Melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa.
  3. Pengertian Ibu Bapak wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan  terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan  KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat tele-konferens, atau ketika  pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta.

Melihat rendahnya urgensi kunjungan dan dana sebesar 3,1 miliar Rupiahyang telah dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ini, PPI Jerman, PPI  Berlin, dan NU Cabang Istimewa Jerman sepakat untuk menolak kedatangan  Ibu Bapak Wakil Rakyat beserta keluarga dan rombongannya. Apabila ingin menanggapi, para anggota DPR yang hadir saat itu dipersilakan untuk melayangkan tanggapannya ke: contact@ppi-jerman.org

Setelah pembacaan pernyataan selesai, para mahasiswa yang tergabung dalam PPI,  bersama dengan perwakilan NU Cabang Istimewa Jerman, sepakat untuk  mempertegas protes mereka lewat aksi walk-out. Langkah dialog sebetulnya sudah dipikirkan; namun belajar dari pengalaman yang terdahulu,  berdialog sama sekali tidak membuahkan perbaikan berarti. Selain itu  mereka percaya, bukan diplomasi yang diperlukan Indonesia, melainkan  aksi. Dan memang sebetulnya tidak perlu banyak dilakukan diskusi untuk  memenuhi tuntutan yang disampaikan para mahasiswa kali ini.

Transparansi, Laporan, Keprihatinan. 3 hal sederhana yang seharusnya sudah dipegang  baik-baik oleh para Wakil Rakyat ketika mereka duduk di gedung DPR. Para mahasiswa melihat aksi protes skala kecil ini sebagai salah satu cara  mengingatkan; untuk sedikit “menampar” mereka yang tertidur.

Selain itu mereka berharap agar aksi ini dapat menjadi renungan bagi para  anggota DPR supaya lebih serius dalam menjalankan amanah yang telah  mereka terima dari rakyat. Setelah mohon diri, para mahasiwa yang  tergabung dalam PPI, bersama dengan perwakilan NU, mengakhiri prosesi  yang berlangsung damai tersebut dengan berjalan meninggalkan ruangan  sambil dilontari tanggapan kekesalan dari orang-orang yang merasa “tertampar”.[PPIJ/PPIB]

*****

Lampiran:

Link Video Pernyataan Penolakan

http://www.youtube.com/watch?v=95-pAGcKG1Q

MUBES PPI Franken 2011

Tidak terasa sudah waktunya lagi pengurus PPI Franken meneruskan tonggak kepemimpinan kepada generasi kepengurusan yang baru. Dalam kesempatan Musyawarah Besar kali ini, Coburg terpilih menjadi tuan rumah, di mana AD/ART PPI Franken direvisi dan kepengurusan baru dipilih. Terpilih secara aklamasi sebagai ketua MUBES kali ini adalah Sdr. Astar Siagian.

Satu hal yang berbeda dari MUBES-MUBES sebelumnya. Berdasarkan hasil musyawarah & mufakat, PPI Franken kini mengadaptasikan sistem organisasi baru, yang terdiri dari 4 fungsional yang tergabung dalam sebuah komite. Komite ini yang akan menjadi ujung tombak kepengurusan PPI Franken. Adapun yang terpilih masuk ke dalam komite tersebut antara lain:

Fungsional I – Delegasi External & Hubungan Masyarakat: Risang Sidik

Fungsional II – Keuangan & Kesekretariatan: Ni Mahati Gandjar

Fungsional III – Informasi & Database: Diah Mila Sari

Fungsional IV – Fungsi Departemen-Departemen: Eindy Christian

Fungsional V – Delegasi Internal & Kesekjenan: Jansen Sembiring

Besar harapan kami bahwa sistem organisasi yang baru ini dapat membawa perubahan positif dan menstimulus pertumbuhan dan perkembangan bagi PPI Franken, anggotanya dan masyarakat di sekitarnya.

 

Salam PPI Franken!

 

Fot-foto: