Rilis Press: Aksi Penolakan PPI Berlin, PPI Jerman & NU atas Kedatangan Komisi I DPR-RI

Teman-teman seperhimpunan,
pada tanggal 24 April lalu, kami dari Jerman sepakat menolak kedatangan para Wakil Rakyat yang kembali menghamburkan-hamburkan uang rakyat untuk kunjungan kerja ke luar negeri. Setelah membacakan pernyataan, kami menegaskan protes kami dengan melakukan aksi walk-out. Saya yakin banyak teman-teman yang mempertanyakan alasan di balik aksi kami. Silakan baca keterangan kami mengenai itu di rilis pers di bawah ini.
Apabila ada yang menanyakan, “Ko gak dialog sih?” Percayalah, itu sudah kami lakukan dulu-dulu. Dialog bukan satu-satunya jalan; terkadang aksi juga perlu dilakukan. Perlu dicatat, kami tidak pergi begitu saja tanpa mengharapkan tanggapan. Sebelum pergi, kami telah meninggalkan alamat email supaya mereka bisa mengontak kami. Kami ingin mereka berpikir sebelum menjawab; karena bukan ocehan diplomatis yang negeri ini butuhkan, tetapi perbaikan dan peningkatan…
Sebetulnya memang tidak perlu banyak dilakukan diskusi untuk memenuhi tuntutan kali ini. Transparansi, Laporan, Keprihatinan. 3 hal sederhana yang seharusnya sudah mereka pegang baik-baik ketika duduk sebagai Wakil Rakyat. Anggaplah aksi kami ini sebagai salah satu cara mengingatkan; untuk sedikit “menampar” mereka yang tertidur.
Rilis pers bisa teman-teman temukan lewat 3 cara. Baca langsung di bawah ini, di attachment, atau di website PPI Jerman. Untuk yang ingin lihat video rekamannya, silakan lihat lampiran.
A.n PPI Jerman,
Salam hangat, Hartono Sugih
**************************

 
 
Berlin, 26 April 2012
Nomor : 054/II-F-1/PR-PPIJ-201012/25042012
Lampiran : Link Video Pernyataan Penolakan
Perihal : Rilis Pers Penolakan PPI Jerman Atas Kedatangan Komisi 1 DPR-RI

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jerman, bersama dengan PPI Berlin, dan  Nahdlatul Ulama Cabang Istimewa Jerman, menolak kedatangan Komisi 1  DPR-RI yang datang ke Jerman. Untuk mendiskusikan dan merumuskan  pernyataan penolakan ini, PPI juga mengajak berbagai organisasi dan  elemen masyarakat, namun ketiga organisasi inilah yang bisa hadir dalam  pertemuan tersebut. Penolakan ini disampaikan secara bersama oleh para  mahasiswa-mahasiswi yang hadir di acara tatap muka dengan para wakil  rakyat. Acara tersebut berlangsung di KBRI Berlin, dengan dihadiri oleh  para anggota DPR-RI Komisi 1 beserta keluarga dan rombongan, para  pejabat dan staf KBRI-KJRI Jerman, juga sejumlah organisasi dan kelompok masyarakat setempat.

Ada pun anggota-anggota DPR yang hadir pada saat itu adalah:

H. TRI TAMTOMO, SH; Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan

DR. NURHAYATI ALI ASEGGAF,M.SI; Fraksi Partai Demokrat

H. HAYONO ISMAN. S.IP, Fraksi Partai Demokrat

VENA MELINDA, SE.; Fraksi Partai Demokrat

AHMED ZAKI ISKANDAR ZULKARNAIN, B.Bus; Fraksi Partai Golongan Karya

Drs. H.A. MUCHAMAD RUSLAN; Fraksi Partai Golongan Karya

IR. NEIL ISKANDAR DAULAY; Fraksi Partai Golongan Karya

TANTOWI YAHYA; Fraksi Partai Golongan Karya

YORRYS RAWEYAI; Fraksi Partai Golongan Karya

LUTHFI HASAN ISHAAQ, MA; Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Sebelum pernyataan dikeluarkan, seorang mahasiswa sempat mengutarakan  pertanyaan retoris untuk menyentil kedatangan Komisi 1, antara lain  mempertanyakan sikap anggota DPR yang senang berbondong-bondong keluar  negeri bak orang desa rindu ke kota, apalagi dengan ekstra membawa  keluarga dan rombongan yang dipastikan akan mengganggu kinerja  perwakilan RI setempat, misalnya yang paling nyata adalah pelayanan  imigrasi. Perlu diperhatikan, setiap keluarga tamu negara mendapat  pelayanan yang sama dengan tamu negara yang sebenarnya. Dengan sumber  daya KBRI yang terbatas, apa lagi dengan dikuranginya anggaran untuk  perwakilan RI oleh Pusat sebanyak 37%, maka bisa dibayangkan betapa  terganggunya kinerja perwakilan RI yang kedatangan rombongan wisatawan  negara.Kunjungan kerja tentu saja baik, selama itu transparan, efektif, dan efisien. Mengikuti rentetan pertanyaan retoris tersebut, pernyataan pun kemudian dikeluarkan.

Dalam pernyataan penolakanya, PPI Jerman, PPI Berlin, dan NU menuntut tiga hal, yaitu transparansilaporan, dan pengertian dari para wakil rakyat, yang mana dalam pernyataan mereka dijabarkan sebagai berikut:

  1. Transparansi dari setiap anggota DPR RI mengenai agenda kunjungan ke luar negeri  beserta biaya yang akan dikeluarkan. Informasi tersebut harus  dipublikasikan paling lambat 1 bulan sebelum keberangkatan.
  2. Melaporkan hasil kunjungan tersebut kepada rakyat melalui website DPR RI dan media massa.
  3. Pengertian Ibu Bapak wakil rakyat untuk tidak menghamburkan uang rakyat dengan  terbang ribuan kilometer untuk Rapat Dengar Pendapat dengan KBRI dan  KJRI. Hal ini bisa dilakukan lewat tele-konferens, atau ketika  pejabat-pejabat KBRI dan KJRI berada di Jakarta.

Melihat rendahnya urgensi kunjungan dan dana sebesar 3,1 miliar Rupiahyang telah dikeluarkan untuk membiayai perjalanan ini, PPI Jerman, PPI  Berlin, dan NU Cabang Istimewa Jerman sepakat untuk menolak kedatangan  Ibu Bapak Wakil Rakyat beserta keluarga dan rombongannya. Apabila ingin menanggapi, para anggota DPR yang hadir saat itu dipersilakan untuk melayangkan tanggapannya ke: contact@ppi-jerman.org

Setelah pembacaan pernyataan selesai, para mahasiswa yang tergabung dalam PPI,  bersama dengan perwakilan NU Cabang Istimewa Jerman, sepakat untuk  mempertegas protes mereka lewat aksi walk-out. Langkah dialog sebetulnya sudah dipikirkan; namun belajar dari pengalaman yang terdahulu,  berdialog sama sekali tidak membuahkan perbaikan berarti. Selain itu  mereka percaya, bukan diplomasi yang diperlukan Indonesia, melainkan  aksi. Dan memang sebetulnya tidak perlu banyak dilakukan diskusi untuk  memenuhi tuntutan yang disampaikan para mahasiswa kali ini.

Transparansi, Laporan, Keprihatinan. 3 hal sederhana yang seharusnya sudah dipegang  baik-baik oleh para Wakil Rakyat ketika mereka duduk di gedung DPR. Para mahasiswa melihat aksi protes skala kecil ini sebagai salah satu cara  mengingatkan; untuk sedikit “menampar” mereka yang tertidur.

Selain itu mereka berharap agar aksi ini dapat menjadi renungan bagi para  anggota DPR supaya lebih serius dalam menjalankan amanah yang telah  mereka terima dari rakyat. Setelah mohon diri, para mahasiwa yang  tergabung dalam PPI, bersama dengan perwakilan NU, mengakhiri prosesi  yang berlangsung damai tersebut dengan berjalan meninggalkan ruangan  sambil dilontari tanggapan kekesalan dari orang-orang yang merasa “tertampar”.[PPIJ/PPIB]

*****

Lampiran:

Link Video Pernyataan Penolakan

http://www.youtube.com/watch?v=95-pAGcKG1Q